Jumat, 08 Juli 2011

Jelang Kongres PSSI Suporter Berharap Tidak Deadlock


Suporter sepak bola Indonesia, berharap pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tidak kembali deadlock. Karena, hal itu bisa membuat sepak bola Indonesia dikenai sanksi dari badan tertinggi sepak bola dunia FIFA. Buntutnya, Indonesia akan dikucilkan.

Pernyataan itu disampaikan perwakilan suporter saat menghadiri pelantikan pengurus Snex periode 2011-2014 di jalan Usman Janatin no 17, Tanjung Mas, Semarang Utara, Minggu (3/7). Selain Snex dan Panser Biru, acara itu juga dihadiri Aremania, Jetman Jepara, Jak Mania, the Maident Yogyakarta, Laros Mania Banyuwangi, dan Spartak Semen Padang.

Ketua Panser Biru Lukmansyah misalnya, dia meminta agar para pemegang hak suara di kongres membuka hati dan menyingkirkan kepentingan pribadi. Jangan sampai terjadi kongres kembali deadlock karena Indonesia bisa terkena sanksi dan akan dikucilkan dari persepakbolaan dunia.

"Jika KLB gagal total, Indonesia akan benar-benar terkena sanksi pembekuan dari FIFA. Pasukan Garuda Muda Indonesia yang telah menjalani proses seleksi pun terancam batal tampil di SEA Games. Persipura yang sudah mempersiapkan diri di Piala AFC dan sekarang sudah mencapai babak perempat final pun juga akan terhenti di tengah jalan," ujarnya.

Bila hal itu terjadi, bisa menjadi malapetaka bagi persepakbolaan di tanah air. Karena itu, semua pihak hendaknya melepas kepentingan pribadi dan duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. "Siapa pun ketua umum terpilih, suporter akan mendukung," tambah Lukmansyah.

Sementara itu, Koordinator Aremania Semarang, Agung Setya Budi menambahkan, sebaiknya kelompok 78 dibubarkan. Karena selama ini mereka hanya menjadi duri dalam daging pada saat kongres PSSI berlangsung. Mereka tetap kukuh mencalonkan dua nama yang telah dilarang FIFA untuk maju sebagai ketua umum PSSI.

Karena tindakan mereka, kongres yang sebelumnya berlangsung di Jakarta, Jumat (20/5) dihentikan oleh Ketua Komite Normalisasi (KN), Agum Gumelar. Bila tidak dibubarkan, kongres tidak akan menghasilkan apapun alias deadlock. Kongres pun terpaksa diulang kembali.

"Awalnya, K-78 yang punya misi mulia yaitu melengserkan Nurdin Halid dari jabatannya. Namun sekarang ini sudah elah melenceng jauh. Mereka hanya ingin mempolitisir sepakbola," ungkap Agung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar