Jumat, 08 Juli 2011

Liga Super Indonesia Siaran Langsung Belum Merata


Haksiar menjadi salah satu pemasukan klub dalam sebuah kompetisi profesional. Tetapi, di Indonesia Super League (ISL) yang mengklaim sedang menuju kompetisi profesional, banyak klub yang sejatinya enggan mendapatkan jatah siaran langsung stasiun televisi. Itu disebabkan minimnya nominal kompensasi hak siar yang hanya Rp 25 juta. Jumlah tersebut jelas tidak sepadan.

Sebab, setiap klub tuan rumah harus menanggung risiko pemasukan tiket penonton susut hingga 50 persen. Pada pertandingan yang tidak disiarkan langsung, Persela Lamongan bisa meraup pemasukan sekitar Rp 100 juta dari tiket masuk Stadion Surajaya.

Tetapi, pendapatan dari tiket penonton tidak akan sebesar itu jika laga disiarkan langsung sebuah stasiun televisi di Jakarta. Menurut Ketua Harian Persela Yurohnur, jadwal siaran langsung bisa menurunkan minat LA Mania –suporter Persela– untuk hadir ke stadion. ’’Penurunan pendapatan tiket sampai 50 persen. Kalau laga Per sela disiarkan langsung, pendapatan kami hanya sekitar Rp 50 juta. Paling banter Rp 60 juta,’’ tutur Yurohnur. Jika ditambah Rp 25 juta dari sharing hak siar, bisa jadi Persela hanya mendapatkan sekitar Rp 75 juta sampai Rp 85 juta. Tim yang berjuluk Laskar Joko Tingkir itu harus kehilangan pendapatan sekitar Rp 15 juta– Rp 25 juta.

’’Karena itu, kami ingin pembagian hak siar langsung dibicarakan dengan klub,’’ ujarnya. Pelatih Persija Rahmad Darmawan membenarkan fakta bahwa kompensasi klub atas siaran langsung minim. Dia juga mengeluhkan jatah siaran langsung yang kurang merata. ’’Beberapa tim yang justru out of control mendapatkan jatah siaran langsung,’’ terangnya. Rahmad mengakui, tim besar seperti Persija, Arema, dan Persib memang kerap mendapatkan siaran langsung cukup banyak.

Dia berharap agar pihak televisi tidak hanya mengandalkan rating dalam penentuan siaran langsung. Sejauh ini, laga kandang dua tim asal Papua, Persipura dan Persiwa belum tersentuh siaran langsung. Hanya 13 klub yang laga kandangnya telah tersentuh siaran langsung. Mereka mendapat jatah 7–14 kali. Tidak adanya siaran langsung dari kandang Persipura dan Persiwa bisa menguntungkan tuan rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar