Kamis, 14 Juli 2011

Riedl Dicopot Demi Program Jangka Panjang

Di saat bersamaan, Wim Rijsbergen hingga saat ini belum punya kontrak resmi dengan PSSI.

Pencopotan Alfred Riedl sebagai pelatih timnas merupakan bagian dari program jangka panjang pengurus baru PSSI. Sejak awal, exco PSSI 2011-2015 bahkan sudah menyiapkan calon penggantinya, Wim Rijsbergen.

Hal ini terungkap lewat pernyataan ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, Kamis, 14 Juli 2011. Kepada wartawan Djohar beralasan langkah ini terpaksa diambil demi mengutamakan kepentingan bangsa yang lebih besar.

"Kami berpikir untuk kepentingan bangsa yang lebih besar," ujar Djohar.

Djohar menjelaskan, PSSI berencana menyiapkan tujuh skuad tim nasional di level yang berbeda. Masing-masing adalah U16, U17, U18, U19, U20, U21, U23, dan Senior. Seluruhnya diharapkan sudah bisa terlaksana tahun ini.

"Ini yang kami siapkan, jadi tidak ada Timnas yang kosong atau kekurangan pemain," beber Djohar yang baru terpilih lewat KLB PSSI di Solo itu.

Menurut Djohar, setiap tim akan memiliki pelatih yang berada di bawah koordinasi Rijsbergen. Pelatih asal Belanda ini juga ditugaskan untuk menyiapkan program dan kontrol seluruh pelatih yang telah ditunjuk.

"Program ini mengadopsi Belanda dan Jepang. Dengan program itu, mereka bisa bertahan di elit dunia dan tetap ikut piala dunia," ujarnya.

"Jadi empat tahun ini, kami siapkan pondasinya. Program dengan Wim sedang kami matangkan. Dan saat tahu (mengenai ketidakjelasan kontrak Alfred Riedl), kenapa tidak sekaligus saja (dicopot)," beber Djohar.

"Program ini bukan jangka pendek, tapi jangka besar," lanjut Djohar.

Status Kontrak Rijsbergen

Djohar melanjutkan hingga saat ini, pihaknya belum melakukan kontrak resmi jangka panjang dengan pelatih Timnas baru, Wim Rijsbergen. Kedua pihak baru memasuki tahap komunikasi. "Kami belum kontrak. Tapi kami ingin kontrak semasa periode kami. Jangan terhenti di tengah jalan," ujarnya.

PSSI akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja Wim memimpin Timnas Indonesia. "Ada tim evaluasi, jadi tidak mutlak(kontrak selama 4 tahun). Jika di perjalanan tidak seperti yg diharapkan, dia mesti tanggung jawab. Kita punya hak, tidak harus menyelesaikan lamanya kontrak."
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar